Bawa Insto Dry Eyes Karena Gejala Sindrom Mata Kering Tidak Bisa Diremehkan

Bagi sebagian orang, kondisi mata sepet, pedas, maupun perih adalah gejala yang biasa dan acap diremehkan. Banyak orang yang tidak sadar jika gejala tersebut disebabkan oleh kondisi mata mengering.

Perlu disadari jika sindrom mata kering (dry eye syndrome) yang dikenal sebagai keratoconjunctivitis sicca, merupakan keadaan mengeringnya permukaan konjungtiva dan kornea. Gejala yang dialami oleh pasien umumnya mengeluhkan mata perih, gatal, nyeri, silau, bahkan ada pasien yang mengeluh penglihatan mereka kabur. Pada dasarnya gejala yang sering dialami dari sindrom mata mengering adalah mata mudah merah dan acap mengeluarkan kotoran. Mata pun bisa mengalami sekresi mucus secara berlebihan. Gejala lain yang bisa dialami sewaktu mata mengering adalah kesulitan dalam menggerakkan kelopak mata karena adanya eropsi pada kornea. Tidak hanya itu, meniscus air mata yang ada di tepi kelopak mata bawah pun menghilang. Edma konjungtiva bisa dijumpai serta benang-benang melekat di bagian kornea.

Mata yang mengering bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penyakit gangguan pada komponen lemak air mata, seperti distikiasis maupun blefaritis menahun. Selanjutnya, gangguan kelenjar air mata, seperti alcrimia congenital, sindrom sjogren, obat-obat diureik, acap menjadi penyebab. Jika sudah begitu, Anda akan merasa mata lelah hingga mata terasa perih berkepanjangan. Faktor lain yang menyebabkan dan meningkatkan risiko mata mengering, seperti penyakit sistematik, faktor lingkungan, dan riwayat operasi refraktif mata.

Diagnosis mata yang kering sebenarnya bisa melalui anamensis gejala klinis, lengkap dengan keluhan pasien, pekerjaan, usia, penyakit, dan konsumsi obat-obatan. Perkara tersebut mungkin bisa menjadi penyebab gejala mata mengering. Begitu juga dengan metode pemeriksaan klinis segmen pada anterior mata, termasuk sistem lakrimal, kelopak, epitel korea, konjugtiva, dan tekanan intrapkuler. Pada metode pemeriksaan khusus yang penting dilakukan untuk menilai fungsi produksi air mata secara kuantitas dan kualitas berdasarkan tes zat warna rose bengal konjungtiva, tes schirmer, dan tes film break up time.

Perkara mata mengering jelas mengganggu. Penanganan yang bisa dilakukan pada mata mengering ditentukan dari penyebabnya, sebagai berikut.

  • Anda bisa memberikan air mata buatan apabila penyebabnya kurang produksi air. Menggunakan Insto Dry Eyes merupakan pilihan tepat karena berfungsi sebagai pengganti air mata untuk sementara waktu. Peran tetes air mata adalah untuk melembapkan mata ketika terasa kering.
  • Menggunakan lensa kotak ketika komponen mucus mulai berkurang kuantitasnya.
  • Menutup punctum lakrimalis apabila terjadi penguapan berlebihan pada air mata.

Ketika sudah melakukan penanganan pada mata yang kering, selanjutnya Anda harus melakukan pencegahan. Pencegahan bisa dilakukan untuk meminimalisir mata mengering, sebagai berikut langkah-langkahnya.

  • Mengenakan kacamata pelindung ketika cuaca berangin, berdebu, panas, maupun ketika berada di jalan raya.
  • Sebaiknya hindari lingkungan dengan intensitas polusi udara yang tinggi.
  • Anda bisa mengisitirahatkan mata dengan cara mengompresnya menggunakan air hangat maupun dingin. Bisa juga menggunakan irisan mentimun yang ditempelkan ke mata.
  • Apabila Anda seorang pekerja yang menghabiskan banyak waktu di hadapan gawai, seperti ponsel pintar maupun komputer, sesekali istirahatkan mata setidaknya 20 menit sekali.
  • Anda bisa meneteskan air mata buatan. Namun, perlu diperhatikan dalam menggunakannya agar tidak menimbulkan ketergantungan dan infeksi.

Itu saja penjelasan kami mengenai gejala yang ditimbulkan mata mengering dan upaya penanganan serta pencegahan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *