Jelajahi Pegunungan Karst Makassar Berasa di Luar Negeri!

 

 

Ilustrasi pegunungan karst Makassar: pixabay

 

 

Pernah menyaksikan atau masih ingat dengan film James Bond ‘The Man With The Golden Gun’? Dimana salah satu lokasi shooting-nya berada di kawasan batu karst yang menjulang tinggi. Nah keindahan bentang alam bebatuan karst itu bisa kamu lihat sendiri di Rammang-Rammang, Makassar. Penggunaan istilah karst di setiap negara berbeda-beda, Indonesia menyebutnya dengan kras atau curing.

 

 

Eksotisme Pegunungan Curing Rammang-Rammang, Makassar

 

Meskipun kamu keliling Indonesia, kamu tidak akan menemukan lagi pegunungan karst karena hanya ada di Makassar. Tak hanya itu, Pegunungan karst Rammang-Rammang menduduki peringkat ke-3 di Dunia. Saat pagi hari, pegunungan karst akan diselimuti oleh sekumpulan awan yang berkabut. Dari inilah penamaan Rammang-Rammang yang dalam bahasa Makassar berarti awan atau kabut. Rammang-Rammang terdiri dari batu kapur yang dibelah oleh sungai Pete. Gunung-gunung karst menjulang tinggi dan berjejer di atas lahan 43 hektar. Saat berada di atas, kamu akan bersyukur terhadap ciptaan-Nya yang begitu indah ini.

 

Dari atas pegunungan karst, kamu akan merasakan terpaan angin yang masih segar, dan melihat hamparan sawah dengan padinya yang masih hijau dan bebatuan berwarna hitam dengan berbagai ukuran berserakan. Di antara bentangan sawah, kamu dapat melihat pepohonan lontar, Nipa atau Rumbia. Pepohonan Nipa ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk membuat atap rumbia.

Pemandangan Rammang-Rammang tak hanya menampilkan gunung bebatuannya yang gagah dan menjulang tinggi atau hamparan sawahnya yang hijau. Saat berjalan menuju puncak kamu akan melewati empang-empang yang diisi oleh ikan-ikan karena salah satu mata pencaharian masyarakat setempat yakni bertani dan beternak. Maka jangan heran, jika kamu akan sering melihat bebek-bebek yang berenang di sekitar empang.

Menjelajahi pegunungan Karst memang membutuhkan waktu yang cukup lama karena banyak spot yang menarik. Yang akan membuat kamu berdecak kagum lagi ternyata di Rammang-Rammang terdapat gua-gua yang tersembunyi. Bayangkan saja, di Pegunungan Karst terdapat 400-an gua dan 89-nya termasuk gua prasejarah. Hal ini menunjukkan bahwa Rammang-Rammang termasuk peninggalan bersejarah yang membuktikan keberadaan manusia purba di tanah Makassar. Cobalah masuk ke dalam salah satu gua, pemandangan stalaktit dan stalakmit-nya masih utuh dan benar-benar terjaga.

 

Lokasi dan Cara Menuju Rammang-Rammang

Waktu tempuh dari Kota Makassar ke Dusun Rammang-Rammang yang berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa kurang lebih 1,5 hingga dua jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan jika menggunakan kendaraan umum, dari Kota Makassar kamu dapat menggunakan taksi atau pete-pete ke Mandai. Setelah berhenti di depan Bandara Sultan Hasanuddin kamu harus melanjutkan lagi dengan pete-pete ke Pangkep dan turun di pertigaan pabik semen Bosowa. Setelah pete-pete, kamu harus berjalan kaki kurang lebih 500 meter atau menggunakan ojek ke pabrik semen dan sebelah kiri jalan kamu akan melihat plang ucapan selamat datang di Karst Maros. Lanjutkan kembali dengan menggunakan perahu seharga Rp100.000 hingga Rp120.000 pulang-pergi untuk sampai ke dermaga terakhir. Selain digunakan untuk menuju Desa Rammang-Rammang, Dermaga ini juga digunakan oleh penduduk desa untuk transportasi lokal warganya.

 

Tips Berlibur ke Rammang-Rammang

Jika berencana pergi ke Rammang-Rammang, wisatawan dari luar kota dapat mencari penginapan terlebih dulu di sekitar Kota Makassar. Untuk mendapatkan booking hotel harga murah kamu dapat memesan lewat layanan online dan menggunakan kode promo. Namun berhati-hatilah dalam memilih layanan pemesanan hotel. Atau, kamu dapat memilih pesawat yang tiba pagi di Makassar dan langsung melanjutkan perjalanan ke Desa Remmang-Remmang. Mengapa? Karena pagi adalah waktu yang tepat untuk menjelajah pegunungan karst sehingga belum terlalu tersengat matahari dan udaranya pun masih sejuk. Atau, jika kamu ingin memotret matahari terbit, kamu bisa berangkat sebelum subuh.

Lebih baik kenakan sandal atau sepatu gunung karena kamu akan banyak berjalan untuk meng-explore keindahan gunung karst. Belum lagi kamu akan melewati jalanan sawah dan empang-empang yang tanahnya licin. Menggunakan transaksi non-tunai memanglah baik tetapi untuk yang satu ini kamu harus tetap membawa uang tunai karena kamu harus membayar untuk biaya perahu.

Sebaiknya kenakan sunblock atau topi apalagi jika kamu menjelajah hingga siang hari. Atau kamu juga bisa menggunakan kacamata hitam agar lebih nyaman. Pengelola di Pegunungan Karst juga menyediakan penyewaan topi caping jika kamu tidak membawanya. Harga sewa topi hanya dibandrol Rp3.000,-  Terik matahari dan perjalanan yang melelahkan pasti akan membuat badan berkeringat, agar saat berswafoto tetap kece siapkan tisu kering atau basah.

Di sekitaran pegunungan Karst juga, masyarakat setempat membuka warung-warung dan menjajakan makanan-makanan seperti olahan ikan atau bebek. Jangan lewatkan untuk mencicipinya ya!

Jadi, sudah menentukan mau jam berapa kamu akan mengunjungi pegunungan Karst? Jam berapapun kamu akan mengunjungi pegunungan karst, percayakan booking hotel murah di Makassar melalui www.reservasi.com. Layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel yang terpercaya!

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *